Rossi merasakan podium untuk kali kedua pada musim balap 2018. Setelah menempati peringkat ketiga di MotoGP Qatar, pebalap 39 tahun itu hanya finis di urutan ke-19 pada MotoGP Argentina dan menyelesaikan balap di zona lima besar pada MotoGP Amerika Serikat dan Spanyol.
Kendati mengakui ada perbaikan pada daya cengkeram dan akselerasi motor, Rossi menganggap keberhasilan finis di peringkat ketiga tidak lepas dari faktor lintasan.
Valentino Rossi merasa motor Yamaha YZR-M1 2018 masih kurang cepat dibandingkan motor tim lain. (REUTERS/Gonzalo Fuentes) |
"Lintasan ini memang mendukung kami, tahun lalu Yamaha mendominasi peringkat tiga besar meskipun saya terjatuh. Ini membantu motor kami sehingga kami harus memperbaiki motor kami, tapi saya menikmati balapan," sambung pebalap yang terakhir menjadi juara MotoGP pada 2009.
Pada musim balap 2017, Rossi harus puas finis di urutan keempat setelah mengawali lomba dari posisi start kedua.
Sejak 2011 Yamaha memiliki performa cukup apik di MotoGP Italia. Dalam tujuh seri terakhir di Mugello, Yamaha berhasil menjadi juara dalam lima balapan.
Marc Marquez mendobrak dominasi Yamaha pada 2014 dan Andrea Dovizioso menjadi juara tahun lalu. (har) Baca Kelanjutannya Rossi Mengakui Yamaha Masih Dibelit Masalah : https://ift.tt/2IEn6Hw
Bagikan Berita Ini
Valentino Rossi merasa motor Yamaha YZR-M1 2018 masih kurang cepat dibandingkan motor tim lain. (REUTERS/Gonzalo Fuentes)
0 Response to "Rossi Mengakui Yamaha Masih Dibelit Masalah"
Post a Comment