Sejak dipasangkan di pelatnas PBSI pada 2011, Tontowi/Liliyana konsisten menyumbang gelar dari kejuaraan bulu tangkis level teratas. Hanya pada 2015, pasangan pemilik dua gelar juara dunia itu gagal menempati podium tertinggi.
Memasuki akhir tahun 2017, Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Susy Susanti menegaskan pasangan senior di pelatnas Cipayung itu sudah akan memasuki fase akhir.
|
|
"Tahun depan mereka mungkin masih bisa main untuk jangka pendek, karena sifat profesionalisme mereka yang sangat baik," sambung mantan andalan tunggal putri Indonesia itu dilansir dari rilis resmi PBSI.
Untuk menjaga tradisi gelar dari sektor ganda campuran, PBSI melakukan perombakan pasangan. Praveen Jordan akan berpasangan dengan Melati Daeva Oktavianti, sementara Debby Susanto bertandem dengan Ricky Karanda Suwardi. Pemain lain yang mendapat pasangan baru adalah Gloria Emanuelle Widjaja yang berduet dengan Hafiz Faizal.
“Saat ini kami mencari komposisi pasangan ganda campuran yang terbaik, yang diharapkan bisa segera ke atas, karena sudah tidak bisa menunggu lagi. Kita tidak bisa mengandalkan Tontowi/Liliyana terus,” tukas Susy. (jun) Baca Kelanjutannya 'Kita Tidak Bisa Mengandalkan Tontowi/Liliyana Terus' : http://ift.tt/2CM3wWzBagikan Berita Ini
0 Response to "'Kita Tidak Bisa Mengandalkan Tontowi/Liliyana Terus'"
Post a Comment