"Saya merasa bangga dan tak sangka karena awalnya untuk meramaikan. Ini prestasi yang tak terkira. Jadi saya apresiasi jajaran ofisial, baik manajer, pelatih, dan pemain," kata Tito Karnavian, Selasa (12/12) siang.
Bhayangkara resmi menjadi juara Liga 1 2017 dengan koleksi 68 poin di akhir musim. The Guardian berhak meraih trofi tertinggi karena unggul head to head dari Bali United yang mengumpulkan nilai yang sama.|
|
Tito menyebut perayaan tertunda bukan masalah besar. Justru hal ini yang membedakan BFC dengan klub-klub lainnya.
"Ini bedanya Bhayangkara FC dengan yang lainnya. Jika Persebaya Surabaya bisa merayakan kemenangan di Surabaya dan Persija di Jakarta, maka Bhayangkara bisa rayakan di seluruh Indonesia," ujar mantan Kapolda DKI Jakarta tersebut.
|
|
"Bagi kami BFC adalah tim untuk mendidik pemain menjadi lebih baik. Jadi tak masalah ditinggalkan pemain hebat seperti Evan Dimas, Ilham Udin Armaiyn, dan Ilija Spasojevic," ujar CEO Bhayangkara FC, Roycke Lumowa. (jun/ptr)
Baca Kelanjutannya Kapolri Beberkan Perbedaan Bhayangkara FC dengan Persebaya : http://ift.tt/2jRxnWmBagikan Berita Ini
0 Response to "Kapolri Beberkan Perbedaan Bhayangkara FC dengan Persebaya"
Post a Comment