Perjalanan karier Weah dari lapangan hijau ke panggung politik sudah berlangsung sejak 2005 atau dua tahun setelah gantung sepatu.
Sebelum menyeberang cukup jauh dari stadion sepak bola menuju arena politik, Weah memiliki momen jarak jauh lain yang membuat namanya tenar di era 1990-an.
Ketika berseragam Milan, pemain yang membela timnas Liberia sejak 1987 hingga 2003 itu pernah mencetak gol spektakuler. Weah melakukan dribel panjang dari kotak penalti Milan ke kotak penalti Verona. Melewati hampir seluruh pemain lawan, Weah akhirnya mencetak gol dan turut membantu Rossoneri menang 4-1.Selain gol luar biasa yang dibukukan di musim 1996-1997, capaian Weah di sepak bola membuatnya masuk daftar 100 pesepakbola terbaik dalam FIFA 100 yang dipilih legenda sepak bola Pele.
|
|
Selain menyumbangkan gelar juara liga, Kepiawaiannya menjadi juru gedor PSG terbukti dengan gelar pencetak gol terbanyak di Liga Champions.
|
|
Milan yang pada waktu itu masih berstatus sebagai klub raksasa dunia mendatangkannya dari PSG. Bersama Il Diavolo Rosso, pemain berjuluk 'King George' memenangi dua gelar Serie A.
Setelah melewati masa keemasan, Weah sempat bermain untuk Chelsea, Manchester City dan Olympique Marseille hingga akhirnya pensiun di klub Al Jazira.Di level internasional bersama timnas Liberia, Weah gagal mempersembahkan capaian bergengsi. Lone Stars gagal tak pernah tampil di Piala Dunia dan hanya dua kali tampil di putaran final Piala Afrika. (har)
Baca Kelanjutannya George Weah, Pemain Terbaik Dunia yang Jadi Presiden : http://ift.tt/2pPs6V1Bagikan Berita Ini
0 Response to "George Weah, Pemain Terbaik Dunia yang Jadi Presiden"
Post a Comment