Danurwindo menyebut peran penting Luis Milla dalam pembuatan buku yang ditargetkan menjadi pedoman bagi pelatih juga pemain usia dini.
“Luis Milla selalu banyak komunikasi dan konsultasi dengan kami. Dia bilang, dia datang ke Indonesia bukan mau memainkan filosofi tiki-taka, tapi dia mau mencoba memainkan sepak bola ala Indonesia,” kata Danurwindo saat peluncuran bukunya di Kantor PSSI, Kamis (9/11).Menurut sosok yang pernah mendampingi kesebelasan Indonesia Primavera di Italia pada pertengahan 90an mengakui Milla memiliki keyakinan pada kemampuan pesepakbola tanah air.
|
|
Danur mengatakan, ia akan menyebarkan buku yang ditulisnya kepada semua pemain muda dan pelatih di SSB (Sekolah Sepak Bola). Termasuk para pelatih yang mengikuti lisensi kepelatihan C dan D AFC melalui silabus yang diajarkan.
Agar filosofi sepak bola Indonesia juga digunakan di level elite, Danur berharap klub-klub Liga 1 memiliki pembinaan usia muda di kelompok usia 15-17 tahun.
|
|
“Formasi (bermain) terus berkembang. Sekarang kita ingin memberi pelajaran ke usia muda dengan formasi sederhana mengarah ke filosofi sepak bola Indonesia yaitu ball position oriented. Di level senior pada prakteknya nanti sudah tergantung taktik dan strategi yang ingin dimainkan.”
“Kalau berjalan, 8-10 tahun lagi Indonesia punya pondasi yang kuat untuk bersaing di level yang lebih tinggi,” jelas Danur.
(nva) Baca Kelanjutannya Tak Hanya Melatih, Milla Bentuk Filosofi Sepak Bola Indonesia : http://ift.tt/2Aw8shRBagikan Berita Ini
0 Response to "Tak Hanya Melatih, Milla Bentuk Filosofi Sepak Bola Indonesia"
Post a Comment