MotoGP 2017 merupakan musim terketat dalam sejarah kelas balap yang kali pertama digelar 2002 tersebut. Memasuki paruh musim, hanya ada perbedaan 10 poin antara pemuncak klasemen Marc Marquez hingga Valentino Rossi di posisi keempat.
Marquez memasuki paruh musim dengan koleksi 129 poin di puncak klasemen berkat kemenangan di GP Jerman. Namun, juara bertahan MotoGP itu hanya unggul lima poin atas Maverick Vinales.
Pebalap Ducati Andrea Dovizioso berada di posisi ketiga, dengan 123 poin. Sedangkan Rossi menempati posisi keempat dengan 119 poin.
|
|
Ketatnya MotoGP 2017 juga tergambar dari seringnya pergantian posisi di puncak klasemen. Marquez merupakan pemuncak klasemen ketiga berbeda dalam tiga seri terakhir MotoGP 2017 setelah menang di GP Jerman.
|
|
Hingga paruh musim 2017, Vinales merupakan pebalap dengan kemenangan terbanyak. Mantan pebalap Suzuki itu berhasil mengoleksi tiga kemenangan di Qatar, Argentina, dan Perancis. Sayang Vinales dua kali gagal finis di Amerika Serikat dan Belanda.
|
|
Menariknya, baik Yamaha, Honda, dan Ducati memiliki masalahnya masing-masing. Yamaha hingga kini masih bermasalah dengan sasis, Honda bermasalah dengan akselerasi, dan Desmosedici Ducati selalu kesulitan di tikungan cepat.
Kondisi tersebut bisa membuat banyak hal yang terjadi di MotoGP 2017: mulai dari Marquez menjadi juara bertahan, Rossi merebut gelar juara dunia kesepuluh, Dovizioso mengakhiri pacelik gelar Ducati, atau Vinales meraih debut manis bersama Yamaha. (har) Baca Kelanjutannya Sulitnya Memprediksi MotoGP 2017 : http://ift.tt/2tAFSLP
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Sulitnya Memprediksi MotoGP 2017"
Post a Comment