Fritz menyebut kompleks olahraga GBK yang dibuat untuk Asian Games 1962 itu merupakan kerja keras Presiden pertama Republik Indonesia Ir Soekarno demi bisa menyatukan Indonesia.
Menurut Fritz nama Bung Karno yang membuat kompleks GBK di Senayan itu menjadi terkenal. Karena itu, tidak etis apabila Istora diganti dengan nama Blibli Arena dan menghilangkan nama GBK."Solusinya, nama baru itu digandengkan saja menjadi GBK Blibli, jangan dihilangkan total. Nama GBK itu jauh lebih penting, karena sudah menjadi merek dagang, yang bisa menumbuhkan emosi penonton khususnya bulutangkis," ujar Fritz kepada CNNIndonesia.com.
Blibli disebut harus membayar mahal untuk bisa menghilangkan nama GBK. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H) |
Mantan pengurus PSSI itu hanya menyayangkan pernyataan Menpora Imam Nahrawi yang tidak keberatan nama Istora GBK diganti jadi Blibli Arena. Padahal menurut Fritz, Imam sempat berujar ingin menggelorakan semangat Bung Karno di Asian Games 1962 di Asian Games 2018 nanti.
Nama GBK bisa menumbuhkan emosi pecinta olahraga Indonesia. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo) |
Lihat juga: Mourinho Klaim Paul Pogba dan Gelandang West Ham Berciuman
"Mestinya nilai nama GBK sangat mahal. Bisa triliunan, karena meliputi nilai sejarah, ekonomi, dan emosional masyarakat terutama pencinta olahraga. Kalau Blibli berani bayar setidaknya Rp5 trilun, boleh lah ganti nama GBK," Fritz menuturkan. (har)
Baca Kelanjutannya Pantang Menghilangkan Nama GBK dari Istora : https://ift.tt/2rzyZIkBagikan Berita Ini
Blibli disebut harus membayar mahal untuk bisa menghilangkan nama GBK. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Nama GBK bisa menumbuhkan emosi pecinta olahraga Indonesia. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
0 Response to "Pantang Menghilangkan Nama GBK dari Istora"
Post a Comment