Tidak hanya perihal teknik membalap, Meregalli juga mengkritik perilaku Marquez yang dianggap tidak menghargai pebalap lain.
"Marquez pikir dia hanya membalap sendiri, dia tidak menghormati pebalap lain. Secara sederhana saya katakan dia berlomba dengan sikap yang ekstrem," ujar Meregalli seperti dikutip dari Marca."Saya memahami pebalap yang harus fokus, tapi di saat bersamaan kita harus menghormati orang lain di lintasan," sambung pria yang bergabung dengan tim Movistar Yamaha MotoGP pada 2011.
Aksi Marc Marquez di MotoGP Argentina 2018 memantik reaksi banyak pihak. (AFP PHOTO / KARIM JAAFAR) |
Dalam balapan seri kedua di MotoGP 2018, Marquez mendapat tiga hukuman. Pebalap Spanyol itu mendapat hukuman karena motor yang dikendarai mati sesaat sebelum lomba dimulai.
Dua hukuman lain didapat Marquez lantaran bersenggolan dengan Aleix Espargaro dan Rossi di putaran yang berbeda.
Kendati sudah mendapat tiga hukuman, Marquez masih dapat dikenakan sanksi tambahan.
"Saat race director membuat keputusan, maka keputusan itu berlaku. Tanpa hukuman, olahraga ini dapat menjadi berbahaya," ujar Meregalli."Jika semua pebalap berlomba seperti Marc [Marquez] hari ini, maka kita akan melihat banyak insiden seperti ini di masa depan," sambung mantan personel tim Yamaha Superbike.
Rossi juga sempat mengeluarkan komentar terkait hukuman tambahan untuk Marquez karena gaya membalap yang membahayakan lawan. (bac)
Baca Kelanjutannya Movistar Yamaha Anggap Marquez Bukan Contoh Pebalap Ideal : https://ift.tt/2qh8aIhBagikan Berita Ini
Aksi Marc Marquez di MotoGP Argentina 2018 memantik reaksi banyak pihak. (AFP PHOTO / KARIM JAAFAR)
0 Response to "Movistar Yamaha Anggap Marquez Bukan Contoh Pebalap Ideal"
Post a Comment