Gede mengatakan butuh banyak pertimbangan dan waktu panjang untuk memutuskan keikutsertaan klub yang sebelumnya tampil di kompetisi sepak bola Singapura, S-League itu.
“Apa mungkin (DPMM FC ikut Liga 1)? Enggak mungkin lah. Butuh waktu panjang (untuk memutuskan), harus dibicarakan di rapat Exco (Komite Eksekutif). Semua kan harus adil. Klub yang promosi degradasi bagaimana?” kata Gede kepada CNNIndonesia.com, Rabu (27/12).Gede menjelaskan pihak terkait dalam hal ini PSSI dan PT Liga Indonesia Baru harus melihat lebih rinci terkait nilai positif dan negatif yang kemungkinan muncul jika DPMM FC jadi peserta.
“Karena, keputusannya enggak bisa secepat itu. Harus dibicarakan di Exco dan kongres tahunan, karena itu sebuah kebijaksanaan yang sangat fundamental sekali,” Gede menjelaskan.
|
|
DPMM FC sudah bermain di S-League sejak 2009 dan pernah sukses menjadi juara pada musim 2015. Di kompetisi S-League musim lalu, DPMM FC menempati urutan ke-10 klasemen dari 12 peserta. Di S-League tidak mengenal sistem promosi dan degradasi.
“Tapi semua tergantung regulasi, tidak mungkin selonong tahu-tahu masuk (ikut kompetisi). Kan, ada sistem bakunya yang mengatur siapa yang boleh main,” ucap Gede.
|
|
Hanya, pengelola MSL meminta DPMM FC memakai pemain asli Malaysia, dan menjadikan pemain Brunei sebagai legiun asing. Regulasi itu dianggap manajemen tim tidak masuk akal dan akhirnya memutuskan tetap bertahan di S-League.
“DPMM FC mengonfirmasikan tetap berpartisipasi di S-League musim 2018,” demikian pernyataan manajemen melalui laman resmi klub belum lama ini. (sry) Baca Kelanjutannya Dirut Persija: Tidak Mungkin Klub Brunei Main di Liga 1 : http://ift.tt/2BH0lzbBagikan Berita Ini
0 Response to "Dirut Persija: Tidak Mungkin Klub Brunei Main di Liga 1"
Post a Comment