Menurut Manajer Persebaya, Chairul Basalamah seperti dikutip dari situs resmi klub, undangan itu sangat ditunggu-tunggu pihaknya. Dia juga berharap, dengan pembahasan itu, masalah TMS yang sebelumnya dipakai juara Liga 1 2017, Bhayangkara FC bisa selesai.
"TMS itu sebenarnya bukannya Bhayangkara FC yang menyerahkan kepada kami. Tetapi, PSSI yang menentukan itu punya siapa. Kami ingin, TMS kami dikembalikan," ujar Chairul kepada CNNIndonesia.com, Rabu (13/12).Sejauh ini, klub berjuluk Bajul Ijo itu lebih memiliki bersikap santai dan tidak gaduh dalam menyikapi masalah TMS. Pasalnya, juara Liga 2 2017 juga belum menggunakan TMS tersebut.
|
Persebaya (kaus putih) perlu merekrut pemain asing untuk bisa bersaing di Liga 1 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Tetapi, persoalannya akan berbeda ketika Persebaya tidak bisa merekrut pemain asing, lantaran terganjal karena tidak memiliki akun TMS. Menurut Chairul, masalah itu akan berbeda apabila seluruh klub disamaratakan diperbolehkan tidak menggunakan TMS untuk mendapatkan pemain asing.
|
|
Sementara, Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria menjelaskan, bahwa TMS itu kontennya tidak pernah bicara apa pun tentang keanggotaan klub.
"TMS juga tidak menunjukkan apapun tentang keanggotaan. Jadi tidak bermakna apa-apa tentang keanggotaan," ucap Tisha kepada wartawan, beberapa waktu lalu. (jun) Baca Kelanjutannya Persebaya Desak PSSI Kembalikan TMS : http://ift.tt/2ABuK5G
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Persebaya Desak PSSI Kembalikan TMS"
Post a Comment