Dalam turnamen penutup tahun, pasangan peringkat enam dunia itu berharap bisa meraih hasil bagus dan melewati adangan ganda-ganda lain di Grup A.
“Nggak ada beban kok walaupun ini pertandingan terakhir bersama Ucok [Praveen]. Di turnamen penutup tahun ini, kamI mau dapat hasil yang bagus. Mudah-mudahan kami bisa memanfaatkan kesempatan akhir tahun ini dengan baik,” ucap Debby dikutip dari rilis resmi PBSI.“Peluang masih ada, 50-50 untuk setiap pasangan. Kami jalani step by step saja, berusaha enjoy, menikmati pertandingan. Di pertandingan besok [hari ini], kami akan mencoba lebih banyak berkomunikasi dan mencoba lebih support satu sama lain,” tambahnya mengenai strategi menghadapi wakil Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet.
|
Korea Open 2017 menjadi gelar terakhir Praveen Jordan/Debby Susanto. |
Kepala pelatih ganda campuran PBSI, Richard Mainaky, akan memantau penampilan juara All England 2016 itu sebelum memisahkan keduanya.
Rencananya tahun depan Praveen akan dipasangkan dengan Melati Daeva Oktavianti, sedangkan Debby bermain bersama Ricky Karanda Suwardi.
Sejak dipasangkan pada tahun 2014, Praveen/Debby telah meraih empat gelar: SEA Games 2015, India Open GP Gold 2016, All England 2016, dan Korea Open Super Series 2017. (nva) Baca Kelanjutannya Jelang Diceraikan Praveen/Debby Tampil Tanpa Beban : http://ift.tt/2BhkWNMBagikan Berita Ini
0 Response to "Jelang Diceraikan Praveen/Debby Tampil Tanpa Beban"
Post a Comment