Edy mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara dan sudah mendapat dukungan partai Gerindra. La Nyalla dicalonkan untuk menjadi orang nomor satu di Jawa Timur (Jatim), sedangkan Nurdin Halid maju sebagai calon gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel).
Edy merupakan Ketum PSSI saat ini setelah terpilih dalam Kongres PSSI pada 10 November 2016. Masa jabatan Edy bersama PSSI baru akan berakhir pada 2020, dan pria 56 tahun itu mengaku siap rangkap jabatan jika terpilih sebagai Gubernur Sumatera Utara.Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut memastikan Edy berhak maju menjadi cagub Sumut meski menjabat Ketum PSSI. Namun, Edy harus melepas jabatannya sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) yang telah dipegang sejak 2015.
|
|
Sementara itu, La Nyalla akan bersaing dengan Khofifah Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf dalam Pilgub Jawa Timur. La Nyalla hingga kini dihubungkan dengan sejumlah partai pendukung, termasuk Gerindra.
|
|
|
|
Nurdin sempat memimpin PSSI dari balik penjara karena kasus gula impor ilegal dan dugaan korupsi dalam distribusi minyak goreng.
Dari ketiga Ketum PSSI dan mantan Ketum PSSI yang kini mencalonkan diri di Pilgub serentak 2018, Nurdin Halid dan La Nyalla yang namanya kental di dunia politik. Sedangkan Edy lebih dikenal sebagai anggota TNI.Melihat kiprah ketiganya, PSSI kini terlihat seperti batu loncatan untuk bisa terjun ke dunia politik. (har)
Baca Kelanjutannya Pertarungan Tiga Ketua Umum PSSI di Pemilihan Gubernur : http://ift.tt/2ApFNODBagikan Berita Ini
0 Response to "Pertarungan Tiga Ketua Umum PSSI di Pemilihan Gubernur"
Post a Comment