Presiden INAPGOC Raja Sapta Oktohari mengatakan, molornya pertemuan antar delegasi teknis terjadi lantaran pihaknya baru mendapatkan kepastian soal dana persiapan penyelenggaraan Asian Paragames 2018. Dana Rp 86 miliar dari APBN 2027 dipastikan cair pada 27 November mendatang.
INAPGOC hanya punya kesempatan untuk mempergunakan dana tersebut sampai batas maksimal 15 Desember 2017. Jika tidak habis dalam penyerapan, sisanya akan dikembalikan ke negara.|
|
Dalam tahap pertama ada tiga TD dari 17 cabang olahraga (cabor) yang datang supaya pembahasan jadi lebih fokus. Mereka adalah TD dari goal ball, TD menembak dari Korea Selatan dan perwakilan TD Tenis kursi roda dari Jepang.
Dari kunjungan tersebut, para perwakilan akan memberikan masukkan terkait venue dan akan ada diskusi yang membahas masalah teknis pelaksanaan kompetisi untuk pembuatan buku panduan teknis.
Okto menambahkan pertemuan komite koordinasi atau Corcom akan berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab, bersamaan dengan pertemuan Asian Paralympic Committee (APC) sehingga tetap dapat berlangsung tahun ini.
“Corcom itu tergantung banyak pihak, salah satunya tergantung waktu dari APC. Semalam saya dihubungi Presiden APC yang ingin mengundang Corcom sekaligus kegiatan APC di Dubai 6-8 Desember 2017. Kami harus mempresentasikan kesiapan di depan APC karena beberapa kali APC menanyakan komitmen pemerintah untuk Asian Paragames 2018,” terang Okto.Okto mengakui ada konsekuensi karena keterlambatan yang dibuat INAPGOC sepanjang tahun ini. Tapi ia menyebut akan kembali memulai komunikasi efektif dengan APC untuk meningkatkan kerja sama. (nva)
Baca Kelanjutannya INAPGOC Gelar Rapat yang Molor Sejak Agustus : http://ift.tt/2myxSZnBagikan Berita Ini
0 Response to "INAPGOC Gelar Rapat yang Molor Sejak Agustus"
Post a Comment