Dilansir NDTV, para pengguna media sosial di Kirgistan berencana menggelar unjuk rasa damai bertepatan dengan laga kualifikasi yang semestinya digelar di Myanmar, Selasa (5/9) waktu setempat.
"Pertandingan dibatalkan atas keputusan Perdana Menteri Sapar Isakov dan untuk mencegah potensi aksi teror," ujar juru bicara Federasi Sepak Bola Kirgistan kepada kantor berita AFP via telepon.
Ketua Federasi Kirgistan Semetei Sulatnov mengusulkan pertandingan tersebut dihelat di negara lain.
|
|
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres telah memperingatkan adanya kejahatan kemanusiaan di Myanmar Barat.
Berbagai laporan tentang pembantaian dan pembakaran desa secara sistematis oleh pihak keamanan dan juga para kelompok bersenjata menjadi pemicu kekhawatiran potensi kekacauan di Rakhine akan meluas.
Sementara Asosiasi Sepak Bola Asia (AFC) seperti dilansir Goal, memutuskan untuk mendunda pertandingan kedua negara demi melindungi keselamatan semua pihak.
|
|
"AFC telah memtuskan untuk menunda pertandingan mengikuti saran ini demi melindungi keselamatan dan keamanan yang tidak akan bisa dikompromikan. Sekarang AFC akan membahas situasi ini dengan Komite AFC yang berkaitan," demikian pernyataan AFC.
Di sisi lain, Piala AFF U-18 edisi 2017 yang digelar di Yangon, Myanmar berjalan lancar. Indonesia bahkan sukses mengalahkan tuan rumah Myanmar 2-1, Selasa (5/9). </span> (jun)
Baca Kelanjutannya Kirgistan Batal Lawan Myanmar karena Krisis Rohingya : http://ift.tt/2j11YD4Bagikan Berita Ini
0 Response to "Kirgistan Batal Lawan Myanmar karena Krisis Rohingya"
Post a Comment