Dikutip dari Bharian.com, Sekjen Federasi Sepak Takraw Internasional (ISTAF) Datuk Abdul Halim Kader mengatakan jika Arsy Syam terbukti sengaja meminta tim putri Indonesia meninggalkan lapangan, maka dia bisa terkena sanksi.
“Apabila pelatih Indonesia mengarahkan pasukan takraw putrinya keluar dari lapangan ketika melawan Malaysia, maka dia melanggar regulasi 15 (3), di mana seharusnya pelatih memastikan pertandingan berjalan lancar,” ujar Abdul Halim.
Tim sepak takraw putri Indonesia memutuskan untuk melakukan walkout ketika menghadapi Malaysia. Saat unggul 16-10 di set kedua, tim Indonesia menganggap wasit dicurangi wasit asal Singapura Muhammad Radi yang memimpin pertandingan.
|
|
“Tidak ada orang yang lepas dari sanksi jika terbukti melakukan kesalahan. Kami akan mengambil keputusan sewajarnya, semua akan ditentukan setelah kami melihat laporan pertandingan dan rekaman video,” ucap Abdul Halim.
Meski melakukan walkout, tim sepak takraw putri Indonesia dipastikan Abdul Halim tetap akan mendapatkan medali perunggu sebagai bentuk semangat SEA Games 2017. Indonesia dan Filipina akan mendapat medali perunggu.
Tim sepak takraw putri Indonesia masih bisa mengikuti nomor pertandingan quadrant, Selasa (22/8). </span> (har)
Baca Kelanjutannya Perintahkan Walkout, Pelatih Takraw Indonesia Terancam Sanksi : http://ift.tt/2vWjHypBagikan Berita Ini
0 Response to "Perintahkan Walkout, Pelatih Takraw Indonesia Terancam Sanksi"
Post a Comment