Syafrizal kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/8), mengatakan dia memang melakukan diskusi bersama panitia penyelenggara cabor sepak takraw SEA Games 2017 Malaysia, PSM (Persatuan Sepak Takraw Malaysia), dan Federasi Sepak Takraw Dunia (ISTAF). Pertemuan itu dilakukan secara tertutup tanpa sentuhan media setelah insiden walkout.
Sebelumnya, beberapa media Malaysia seperti Utusan, Bharian dan Bernama menuliskan berita terkait permintaan maaf Syafrizal karena walkout. Ketiga media tersebut juga menuliskan bahwa pihak Indonesia telah mengakui kesalahan tekongnya.
"Saya tidak memberikan pernyataan apapun kepada media Malaysia. Jadi saya secara pribadi juga tidak pernah diwawancarai oleh media Malaysia," tegas Syafrizal.
|
|
"Mengenai kesalahan yang dilakukan oleh wasit sudah kami sampaikan dan mereka menunjukkan gambar atau video yang pada saat itu terlihat kaki tekong terangkat. Saya protes, bahwa pada pertandingan sebelumnya tidak ada sekalipun dibatalkan oleh wasit," ucap Syafrizal.
"Ini pembicaraan saat diskusi dengan pihak panitia dan juga pengurus tuan rumah. Ternyata, banyak yang kecewa terhadap cara wasit memimpin," sambungnya.
Syafrizal juga mengatakan dirinya meminta maaf kepada pihak ISTAF, dengan harapan tim sepak takraw Indonesia masih bisa tampil di SEA Games 2017. Pasalnya, keputusan untuk melakukan walkout bisa membuat tim Indonesia didiskualifikasi dari cabang sepak takraw di SEA Games 2017.
|
|
Ketika ditanya soal bocornya hasil diskusi antara pihak Indonesia dengan panitia dan federasi, Syafrizal mengaku tidak mengetahui dan tidak mau berspekulasi.
"Yang kami akui hanya sebatas WO yang tidak dibenarkan undang-undang federasi, itu yang kami minta maaf," ujar Syafrizal. Baca Kelanjutannya Manajer Takraw Indonesia Bantah Bicara ke Media Malaysia : http://ift.tt/2il8mVr
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Manajer Takraw Indonesia Bantah Bicara ke Media Malaysia"
Post a Comment