Keputusan Martunis bermain tarkam dikhawatirkan sang manajer, Munawardi, dapat merusak karier sepak bola, untuk itu sosok yang pernah menimba ilmu di Sporting Lisbon itu tak jarang mendapat wejangan.
"Sekarang kegiatannya, sering main sepak bola tarkam atau antar kampung. Dia dibayar, malah mainnya sampai Lhokseumawe. Rutin atau tidak, tergantung situasi dan kondisi," ujar Munawardi kepada CNNIndonesia.com."Kalau memang dia fit dan ingin main, dia ikut main tarkam. Setelah itu, dia mungkin mau kembali fitness untuk memperbaiki. Karena memang setelah pulang dari sana, menjadi tidak teratur," sambungnya.
|
|
"Untuk jadi seorang atlet, tidak boleh keluyuran malam-malam, jam latihan tidak jelas dan sesuka hati. Tidak bisa. Kalau bisa ikut aturan, mungkin akan bisa kami perjuangkan. Mungkin kalau tidak di Liga 2, Liga 3," jelas Munawardi.
Beberapa klub pernah mengutarakan minat merekrut anak angkat Cristiano Ronaldo itu, namun Munawardi mengakui belum ada lagi yang menghubunginya lebih lanjut."Kalau dia ingin berlatih, harus dengan sangat serius. Betul-betul berlatih sebagai seorang pemain bola. Paling tidak dia menjadi pemain cadangan dahulu di Persiraja ataupun tim lain. Akan kami upayakan seperti itu," harap Munawardi. (bac)
Baca Kelanjutannya Menunggu Pinangan Klub, Martunis Bermain Tarkam : http://ift.tt/2BCXOWYBagikan Berita Ini
0 Response to "Menunggu Pinangan Klub, Martunis Bermain Tarkam"
Post a Comment