Kondisi lapangan yang becek karena guyuran hujan deras tak pelak jadi penghambat Timnas Indonesia untuk memeragakan permainan menyerang secara utuh.
Kreativitas para gelandang Indonesia pun tak menonjol pada laga ini. Kombinasi umpan pendek di sektor tengah kerap macet karena lapangan basah Stadion Harapan Bangsa.Pelatih Timnas Indonesia Luis Milla Aspas pun memilih untuk memarkir Evan Dimas Darmono di bangku cadangan pada laga ini. Sebagai gantinya, duet Muhammad Hargianto dan Hanif Sjahbandi, diturunkan untuk melengkapi skema 4-2-3-1.
|
|
Dalam situasi seperti ini, Timnas Indonesia pun mau tak mau lebih memaksimalkan skema umpan silang ke jantung pertahanan lawan. Di mana tiga dari empat gol Indonesia memang tercipta lewat skenario ini.
Luis Milla berjanji untuk menerapkan taktik berbeda saat bentrok dengan Mongolia, tim yang kelasnya berada satu tingkat di atas Brunei. Ia pun mengisyaratkan bakal menurunkan Evan Dimas sejak awal laga.
|
|
"Kami butuh Evan main seratus persen lawan Mongolia yang merupakan tim yang keras. Saya harap bisa kompetitif dan bermain dengan gaya menyerang," ujar Milla.
Kreativitas lini tengah Timnas Indonesia bakal diuji lawan Mongolia. Evan Dimas dkk tampaknya diminta untuk berani memainkan ball possession hingga ke wilayah pertahanan Mongolia.
|
|
"Kami akan coba bermain di wilayah musuh. Kami akan gunakan filosofi menyerang dari tim kami. Mongolia secara fisik lebih kuat dan kami akan berusaha maksimal," ujar Milla. (jun)
Baca Kelanjutannya Menguji Kreativitas Lini Tengah Timnas Indonesia vs Mongolia : http://ift.tt/2noZAIpBagikan Berita Ini
0 Response to "Menguji Kreativitas Lini Tengah Timnas Indonesia vs Mongolia"
Post a Comment