Ade mengaku kaget ketika diundang Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia, untuk menjadi salah satu tamu. Dia menghargai upaya pemerintah yang ingin menyejahterakan para atlet berprestasi yang kini sudah pensiun dan termakan usia. Setiap legenda yang diundang mendapat uang penghargaan sebesar Rp40 juta.
Namun demikian, Ade juga menyampaikan, agar apresiasi yang diberikan pemerintah tersebut dapat menjadi pelajaran bagi atlet-atlet muda Indonesia. Tentu saja untuk lebih mengejar prestasi dalam berkarier di dunia olahraga, bukan mengejar materi."Tapi intinya, kesejahteraan atlet itu menurut saya pribadi bukan tanggung jawab pemerintah, namun diri sendiri. Kami menjadi atlet karena pilihan kami sendiri dengan segala konsekuensinya. Hanya saja, saat ini atlet sering diartikan pahlawan bangsa, membela nama baik dan sebagainya," kata Ade kepada para awak media di sela acara tersebut.
|
|
Lebih lanjut, Ade bersyukur pernah mewakili Indonesia dan berprestasi. Menurut Ade, pencapaiannya saat menjadi atlet binaraga merupakan suatu hal yang sangat baik.
"Ya memang menyenangkan ketika pendanaan [olahraga] suatu saat lebih baik. Dahulu, ketika saya menjadi atlet boro-boro memikirkan ini-itu, karena pada saat itu bonus tak seberapa," ucap Ade.
|
|
Senada dengan Ade, legenda sepak bola Indonesia yang turut hadir dalam acara tersebut, Widodo Cahyono Putro, pun tidak mengira Kemenpora bakal membuat acara penghargaan tersebut. Menurut pelatih Bali United itu, acara tersebut berlangsung cukup bagus.
"Kami sebagai mantan atlet juga merasa sangat dihargai. Kami tak lihat jumlah uang, tapi ini menjadi suatu respons yang positif [dari pemerintah terhadap prestasi atlet]," ujar Widodo. (sry) Baca Kelanjutannya Ade Rai: Kesejahteraan Atlet Bukan Tanggung Jawab Pemerintah : http://ift.tt/2kswbZlBagikan Berita Ini
0 Response to "Ade Rai: Kesejahteraan Atlet Bukan Tanggung Jawab Pemerintah"
Post a Comment