Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi usai menyaksikan hitung mundur setahun Asian Games 2018 di Monumen Nasional (Monas), Jumat (18/8) malam.
Imam juga menugaskan INASGOC dan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) untuk tetap bertahan pada cabang-cabang olahraga dan nomor pertandingan yang berpotensi medali bagi Indonesia yang selama ini menjadi skenario bersama Dewan Olimpiade Asia (OCA).
"Namun kita tetap harus menghormati kalau ada beberapa klausul menyesuaikan dengan IOC (Komite Olimpiade Internasional) di mana semua cabor olimpik di pertandingkan," kata Imam.
"Karena semakin banyak nomor (pertandingan yang dimainkan) semkin banyak fasilitas yang harus kita siapkan," ungkapnya.
Seperti diketahui, sampai saat ini nomor pertandingan dari 39 cabang olahraga di Asian Games 2018 masih belum dapat dipastikan. Belum lagi ada usulan untuk penambahan cabor dari OCA.
"Untuk soal venue, baru saja Pak Menteri (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Basuki (Hadimujono) mendampingi dan Alhamdulllah di Corcom ketujuh tidak dibahas masalah venue. Kami yakin (venue) tidak ada masalah karena sudah melampaui target yang sudah disematkan. Kecuali untuk beberapa venue yang tidak begitu krusial, seperti di Ancol untuk cabor layar dan jet ski," tutupnya.
Catatan redaksi: Dalam judul sebelumnya tertulis 'Indonesia Diminta Pertahankan 490 Nomor Pertandingan'. Namun, ada kekeliruan terkait jumlah nomor yang akan di pertandingkan di Asian Games 2018. Dengan demikian judul tersebut telah kami perbaiki. Baca Kelanjutannya Indonesia Diminta Pertahankan Jumlah Nomor Pertandingan : http://ift.tt/2vPDX4K
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Indonesia Diminta Pertahankan Jumlah Nomor Pertandingan"
Post a Comment